TEEME merupakan program beasiswa doktoral internasional yang digagas oleh Uni Eropa (UE). Penawaran untuk beasiswa ini juga merupakan kolaborasi unik antar beberapa kampus riset bidang budaya dan humaniora di empat negara UE, yaitu Inggris, Jerman, Portugal, serta Republik Czech, yang akan mengangkat dialog antarbudaya, sejarah, komunitas dan literatur budaya dunia.
Konsorium Text and Event in Early Modern Europe atau TEEME akan menyeleksi kandidat yang benar-benar memiliki prestasi akademik terbaik dan kesiapan proyek penelelitian yang sesuai dengan harapan TEEME. Kandidat di luar bidang Humaniora dan Ilmu Sosial pun masih diberikan tempat untuk mendaftarkan program beasiswa ini.
Kandidat harus benar-benar mampu menunjukkan kemampuan dan capaian prestasi akademiknya dengan dokumen-dokumen yang sesuai persyaratan TEEME. Dokumen yang termasuk di dalamnya antara lain transkrip ijazah, CV sesuai format UE, sertifikat bahasa, serta syarat lain yang bisa dilihat di http://www.teemeurope.eu.
Bagi yang berminat, program beasiswa TEEME merupakan bagian dari Erasmus Mundus Joint Doctorates (EMJDs) dan kandidat TEEME tidak boleh mengirimkan lebih dari tiga aplikasi program EMJDs. Batas waktu pengiriman aplikasi beasiswa TEEME hanya sampai 16 Januari 2011.
Fakultas Teknik dan Sains Waseda University, Jepang, menawarkan beasiswa melalui “Admission to International Graduate Program (AIGP)” untuk periode akademik September 2011. Total beasiswa yang disiapkan bagi pelajar Internasional melalui program tersebut sebanyak 15 beasiswa untuk program Doktoral dan Master.
Adapun jalur untuk mendapatkan beasiswa tersebut bisa dilakukan melalui dua pintu. Pertama dari Pemerintah Jepang melalui MEXT atau Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology. MEXT menyediakan 9 beasiswa Doktoral dan Master di Waseda University.
Kedua, melalui Asia Special Scholarship (ASS). ASS menyediakan 6 beasiswa program Doktoral dan Master untuk periode September 2011.
Bagi yang berminat, pendaftaran beasiswa ini akan ditutup 7 Januari 2011. Informasi mengenai syarat dan skema beasiswa bisa diunduh di http://www.sci.waseda.ac.jp. (kompas.com)
Banyak ilmuwan asal Indonesia yang memilih berkiprah di luar negeri karena keterbatasan fasilitas riset di Tanah Air. Bahkan, tidak sedikit yang mencetak prestasi mengagumkan. Salah satunya, Prof. Dr-Ing Eko Supriyanto.
Kiprahnya dalam bidang rekayasa biomedis di negeri jiran Malaysia telah membuatnya meraih 14 hak paten, terkait dengan produk rekayasa biomedis yang ditekuninya. Kini ia pun dipercaya duduk sebagai Ketua Jurusan Sains Klinikal Universitas Teknologi Malaysia.
Bidang rekayasa biomedis yang ditekuninya merupakan paduan elektronika dan kedokteran, berperan dalam menghasilkan alat-alat pembantu diagnosis. Salah satu produknya disebut Smart Doll. Sesuai namanya, alat tersebut adalah boneka pintar karena tidak hanya buat mainan.
Read the rest of this entry »
Commission Universitaire pour le Developpement (CUD), Belgia, kembali membuka program beasiswanya untuk periode akademik 2011/2012. Beasiswa tersebut meliputi kursus dan pelatihan (short course) di berbagai bidang.
Untuk periode 2011/2012 ini, CUD telah menyiapkan grant untuk 150 kandidat yang memilih program beasiswa kursus dan 70 kandidat program pelatihan (training). Bagi yang berminat, daftar kursus dan program pelatihan berbeasiswa tersebut bisa dilihat di situs http://www.cud.be/content.
Syarat-syarat pendaftaran yang terlihat sangat ketat untuk meraih beasiswa ini bisa dilihat di http://www.cud.be/content/view. Batas pengiriman aplikasi ditunggu sampai 14 Februari 2011.
Informasi praktis tentang Belgia bisa dilihat di sini dan dapat dijadikan referensi.(kompas.com)
Satu lagi penghargaan ditorehkan putra terbaik bangsa. Shofwan Al-Banna Choiruzzad, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Jepang memenangkan The 39th St Gallen Symposium yang berlangsung di Swiss, 7–9 May 2009.
St Gallen Symposium adalah acara tahunan yang dihadiri sejumlah pemimpin bisnis dan politik dari seluruh dunia untuk berdialog dengan para pemimpin muda. Dalam acara tersebut, para ratusan pemimpin muda diseleksi lewat karya tulis bertemakan krisis global, untuk kemudian diambil 3 terbaik dan dipersilakan menyampaikan gagasannya di hadapan forum dunia.
Shofwan, sapaan akrab anak muda kelahiran Juli ‘85 ini, menjadi pemenang pertama dari tiga besar tersebut. Dengan karya tulis berjudul ‘Boundaries as Bridges: A Reflection for Transnational Business Actors’, ia mengungguli Jason George, mahasiswa program master dari Harvard University (peringkat 2) dan Aris Trantidis, mahasiswa program doktoral dari London School of Economics (peringkat 3).
Sekali lagi anak muda Indonesia menorehkan prestasi. Kali ini tiga mahasiswa Indonesia mendapat penghargaan Mondialogo Award dari UNESCO dan perusahaan Jerman Daimler AG yang memproduksi mobil mewah Mercedez Benz, di Stuttgart, Jerman 4-9 November lalu. Selain kepada tiga mahasiswa teknik Indonesia berprestasi, Mondialogo Engineering Award juga diberikan kepada 60 mahasiswa berprestasi dari 28 negara.
Mondialogo Engineering Award (MEA) adalah perlombaan tingkat internasional yang diprakarsai oleh Daimler Crysler dan UNESCO yang bertujuan mendorong mahasiswa teknik dari berbagai negara berkembang dan negara maju untuk bekerja sama membentuk tim internasional. Tim ini kemudian membuat proposal proyek yang ditujukan untuk mensukseskan United Nations Millennium Development Goals, terutama untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga di negara berkembang.
Penghargaan itu terbagi dalam 30 proyek yaitu bidang pembangunan, pengentasan kemiskinan dan lingkungan. Ketiga mahasiswa Indonesia itu adalah Annisa Utami, Annisa Sekar Palupi dan Benny dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan proyek Zero Waste Production System in Small/Medium Industrial Cluster yang meraih medali emas. Mereka menjadi salah satu dari 30 finalis yang berhasil mengungguli kurang lebih 932 proposal yang datang dari berbagai negara di dunia.
'NXP Lego', nama robot itu, adalah hasil rakitan tiga siswa SMP Salman Al-Farisi Bandung, Jawa Barat, yang sukses menjuarai kontes di Singapura pada 3-6 Juni 2009 lalu. Tim ini berhasil mengandaskan 8 tim lain termasuk "jawara" Singapura.
BANDUNG, KOMPAS.com – SMP Salman Al-Farisi Kota Bandung menggondol juara pertama ‘World Robo Master Cup 2009′, sebuah kompetisi robot rakitan SMP se-ASEAN di Singapura yang digelar awal Juni lalu.
‘NXP Lego’, nama robot itu, adalah hasil rakitan tiga siswa SMP Salman Al-Farisi Bandung, Jawa Barat, yang sukses menjuarai kontes di Singapura pada 3–6 Juni 2009 lalu.
Tim ini berhasil mengandaskan 8 tim lain termasuk “jawara” Singapura. Mereka adalah Adrian Putra Manggala, Naufaldie Adikusumah, dan Fauzi Maulana Hakim, yang tergabung dalam tim ‘Haiya Boy’.
“Sukses ini merupakan sebuah kebanggaan dan kami berharap staf pengajar dan pembimbing mereka terus memberikan binaan dan menyalurkan potensinya,” kata Gubernur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan di Bandung, Kamis (18/6).
Atas kemenangan tersebut, tim ‘Haiya Boy’ yang terdiri dari siswa kelas tiga sekolah tersebut berhak atas medali emas kategori “Prison Break”. Robot cerdas mereka menjadi satu-satunya robot yang menyentuh garis finis. Selanjutnya, tim ini diproyeksikan mengikuti ‘Olimpiade Robot Internasional’.
Tim Salman Al-Farisi, yang sejak awal merupakan juara robotik tingkat nasional, itu mampu keluar sebagai juara setelah menyisihkan pesaingnya dari 10 negara lainnya. Kesepuluh negara itu termasuk di dalamnya tim tuan rumah Singapura, yang dikenal kuat di bidang robotik.
Indonesia menempatkan tim "Creator" berhasil meraih juara kedua, sedangkan tim "Alpha-Rex" merebut juara ketiga. Adapun juara pertama diraih oleh tim "White Lego" dari Korea Selatan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Indonesia berhasil meraih juara kedua dan ketiga untuk kategori “Junior Regular Category” di ajang Olimpiade Robot Dunia (World Robot Olympiad/WRO) 2009 yang berlangsung pada 6-8 November 2009 lalu di Korea Selatan.
“Prestasi yang dicapai tim Indonesia kali ini merupakan hasil terbaik yang diperoleh Indonesia sejak mengikuti WRO pertama kali pada 2004,” ujar Humas dan Promosi Mikrobot, Paula Augusta, dalam siaran persnya, Selasa (17/11).
Ajang kompetisi tingkat internasional ke-6 yang diadakan di Gyeongbuk Pohang, Korea Selatan, itu diikuti lebih dari 1.000 peserta dari 24 negara di seluruh dunia. Kompetisi WRO terbagi dalam dua kategori, yaitu Regular Category dan Open Category.
Dikatakannya, dalam Regular Category, peserta harus merakit sebuah robot untuk menyelesaikan suatu tantangan tertentu. Sementara itu, pada Open Category peserta bebas merakit robot menurut tema tertentu, yang kemudian mempresentasikan ciptaannya di hadapan dewan juri.
Impian Indonesia diajang Internasional kompetisi robot cerdas menjadi kenyataan dengan berhasilnya Tim Robot Indonesia meraih Juara 1 dan menggondol medali Emas pada The 2009 Internasional Robogames yang diadakan di Fort Mason, San Francisco, Amerika Serikat, Minggu 14 Juni 2009
Robogames merupakan salah satu ajang kompetisi/kontes robot Internasional tahunan terbesar yang menyelenggarakan lebih dari 70 kategori pertandingan dan diikuti sekurang-kurangnya 25 negara. Dengan jumlah pertandingan yang begitu banyak maka ajang ini mendapat predikat “World’s Largest Robot Competition” dari Guinness Book of Records.
Dari sekian banyak kategori yang dipertandingkan, Indonesia hanya mengikuti satu kategori yaitu Open Fire Fighting Robot Contest. Kategori ini merupakan salah satu kategori tersulit karena robot harus bersifat “autonomous” (bergerak dan mengambil keputusan sendiri tanpa intervensi manusia) dan tidak dikendalikan secara “remote” seperti kategori lainnya.